+44(0) 1234 567 890 info@domainname.com

Thursday, February 26, 2015

Manfaat "DIAM" yang Dahsyat

February 26, 2015

Share it Please
Islam mengajarkan agar setiap orang tidak banyak bicara dan jika bicara hanya berbicara perihal yang benar dan yang baik baik saja. Sikap tenang dan mengamati lalu bicara menurut kadar yang cukup, seringkali menjadi kunci sukses dari keadaan seseorang terhadap suatu keadaan yang terjadi dan berlangsung disekitarnya.

Diam adalah 'Emas' itulah pepatah singkat namun banyak mengandung makna kebaikan didalamnya. Berikut adalah manfaat dari DIAM:

✅Merupakan ibadah tanpa harus merasa lelah
✅Merupakan hiasan diri tanpa perlu perhiasan
✅Wibawa tanpa kekuasaan
✅Benteng tanpa dinding
✅Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun
✅Mengistirahatkan Malaikat pencatat keburukan
✅Penutup keburukan dan sisi sisi kejahilayahan
diri

Dengan Diam, kita mendapatkan kekuatan hebat untuk berfikir secara mendalam tentang apa yang terjadi disekitar kita, serta dapat konsentrasi dengan penuh tentang rasionalitas suatu jawaban.

Dengan Diam, kita telah menguasai orang orang yang ada dihadapan kita melalui pandangan mata yang mengandung banyak makna tersembunyi, yang membuat mereka kebingungan dalam memberikan tafsirnya.

Diam yang disertai sedikit gerak fisik dan isyarat mata telah memaksa orang yang ada dihadapan kita harus banyak mengungkapkan isi hatinya, sehingga lebih banyak berbicara daripada yang seharusnya ia bicara.

Bisa jadi Diam terasa oleh orang lain sebagai serangan terselubung yang menjadikannya semakin mendongkol, serba salah atau ingin terus mencela dan melecehkan kita, tapi semua itu menjadikan kita lebih kuat tanpa harus berbicara dan berlelah lelah.

Diam bisa menjadi solusi paling jitu dalam menghadapi berbagai problema dalam pergaulan maupun dalam rumah tangga (bagi yang sudah menikah) yang bertumpuk tumpuk.

Di saat saat genting, Diam dapat melahirkan sikap dihormati dan disegani. Sebaliknya banyak bicara yang tidak perlu, perlawanan, perdebatan dapat melahirkan sikap semakin dijauhi, dibenci dan dimusuhi.

Dengan Diam, kita telah menghancurkan berbagai senjata orang yang berseteru, membenci, iri dan dengki pada kita, serta menelanjangi mereka dari kemampuannya untuk melanjutkan kosa katanya.

Diam telah menjadi guru yang baik dan bijak agar kita belajar menjadi pendengar yang baik, dimana banyak orang telah kehilangan sifat ini.
Cica Machlies